Sebenarnya, pria itu enggan untuk masuk ke apartemen yang bahkan belum pernah dijamah kakinya sejak memutuskan untuk membeli apartemen itu setahun yang lalu. Hanya saja dia harus mengambil beberapa barang karena sudah ada sebuah keluarga kecil yang akan menyewanya. Tadinya, dia hendak menjual apartemen itu namun sang kakak bersikeras untuk disewakan saja. Kalau dipikir, solusi yang diberikan sang kakak adalah solusi terbaik. Oh, tidak. Semua bukan karena uang, pria itu hidup dengan uang yang terus beranak-pinak. Semua karena satu alasan yang mendasari pria itu membeli satu unit di Brera Apartments. Pria itu menempelkan kartu akses untuk membuka pintu, seorang wanita menyambutnya dengan senyum hangat. Lengkap dengan celemek dan aroma masakan rumah yang menggugah selera. Tanpa melepas alas kaki, pria itu masuk ke dalam. Menatap gerakan sang wanita yang sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Sayangnya, semua hanya ilusi. Tidak ada siapa pun di sana, hanya dirinya seorang. Senyu...