Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

New Year's Eve Wedding

Sebenarnya, pria itu enggan untuk masuk ke apartemen yang bahkan belum pernah dijamah kakinya sejak memutuskan untuk membeli apartemen itu setahun yang lalu. Hanya saja dia harus mengambil beberapa barang karena sudah ada sebuah keluarga kecil yang akan menyewanya. Tadinya, dia hendak menjual apartemen itu namun sang kakak bersikeras untuk disewakan saja. Kalau dipikir, solusi yang diberikan sang kakak adalah solusi terbaik. Oh, tidak. Semua bukan karena uang, pria itu hidup dengan uang yang terus beranak-pinak. Semua karena satu alasan yang mendasari pria itu membeli satu unit di Brera Apartments. Pria itu menempelkan kartu akses untuk membuka pintu, seorang wanita menyambutnya dengan senyum hangat. Lengkap dengan celemek dan aroma masakan rumah yang menggugah selera. Tanpa melepas alas kaki, pria itu masuk ke dalam. Menatap gerakan sang wanita yang sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Sayangnya, semua hanya ilusi. Tidak ada siapa pun di sana, hanya dirinya seorang. Senyu...

[Cerpen] Lonely

  Kisah yang kita berdua buat hilang sia-sia. Kita berpisah dengan begitu mudahnya.    Bunyi alarm menggema. Wanita itu bangun dari tidurnya dan tersenyum . Dia menoleh ke kalender, ada tanda hati kecil berwarna merah di sana. Tepat di tanggal hari itu. Ya, hari itu adalah hari yang sangat istimewa dan dia sudah tidak sabar untuk merayakannya. Makan malam di kantor sang kekasih dengan makanan favoritnya sambil menonton Netflix, dia sudah lama menginginkan hal itu. Ashley bergegas mandi. Dia harus membeli beberapa bahan masakan serta camilan untuk menemani mereka menonton Netflix nanti. Hari itu adalah hari yang sudah lama dia tunggu, menghabiskan waktu berdua dengan kekasih hati. Sejak usahanya semakin sukses, kekasihnya juga semakin sibuk mengurus ini dan itu. Waktu untuk berdua pun hilang. Jangankan untuk bertemu, untuk bertelepon ria setiap malam juga sudah tidak bisa dilakukan. Seakan menjadi sebuah kewajiban, Ashley mengirimkan pesan kepada kekasih hati. P...

[CERPEN] DIVINE

  Jujur saja, kehilangan adalah hal yang menyakitkan. Suatu hari nanti, pertemuan pasti akan terjadi lagi meski belum tahu kapan. Untuk saat ini, menyatukan perasaan adalah hal yang bisa dilakukan. Di akhir nanti, semua akan indah.   -ooo-   Mungkin, Kaylee Mackenzie adalah gadis yang paling beruntung di dunia ini. Untuk bisa mengenyam pendidikan di sekolah terbaik di New York, Kay–sapaan akrabnya–harus mempertahankan kestabilan semua nilai akademiknya. Jika ada satu nilai yang turun, beasiswanya akan dicabut. Kejam? Tapi seperti itulah perjanjiannya. Sukses yang sesungguhnya adalah ketika kau berusaha dan memulainya dari bawah.

[CERPEN] Janji Semu

Begitu lambat waktu yang kulalui sendiri, hukuman kesalahan ini terlalu berat. “Bianca!” Bianca yang saat itu berusia 17 tahun menoleh, menampilkan senyum lebar saat sang kekasih datang menghampiri. Sang kekasih memberitahukan sebuah berita besar untuk mereka berdua. Laki-laki itu berhasil mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan S1-nya di luar kota. Bianca ikut senang mendengar berita itu dan meyakinkan sang kekasih bahwa mereka akan baik-baik saja. Meyakinkan sang kekasih untuk bersama-sama berjuang dari bawah dan menjadi orang besar di masa yang akan datang.

A Girl Who Just Lost Her Dad

Wimbledon, 13 Desember 2019 Dering alarm menggema memenuhi ruangan mungil dengan nuansa merah muda dan putih. Gadis itu terbangun dari mimpi indahnya, mematikan alarm dan bersiap untuk bekerja. Waktu masih menunjukkan pukul enam pagi sedangkan gadis itu baru bisa absen kerja saat waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Ini dikarenakan jarak antara rumah dan toko tempat dia bekerja memakan waktu tiga puluh menit menggunakan trem, ditambah sepuluh menit berjalan kaki dari rumah menuju halte pemberhentian trem terdekat.